Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Desember ditutup menguat tipis 0,03% dilevel 8.646,94. Sepanjang tahun 2025, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH) sebanyak 24 kali. Tahun 2025, Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 16,40 triliun. Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian bursa mencapai Rp18 triliun, melampaui target awal BEI sebesar Rp13,3 triliun. Dengan capaian tersebut, BEI kini masuk dalam jajaran bursa saham dunia dengan nilai transaksi harian di atas USD1 miliar.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir Desember 2025 ditutup melemah. Indeks Dow Jones melemah 0,63% ke level 48.063,29, indeks Nasdaq naik 0,76% ke posisi 23.241,99 dan S&P 500 naik 0,74% kelevel 6.845,50. Sepanjang tahun 2025, pasar saham Amerika Serikat diwarnai ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Donald Trump serta euforia besar terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Sepanjang tahun 2025, indeks S&P 500 menguat 16,39%, index Nasdaq naik 20,36%, dan Dow Jones menguat 12,97%.
Akhir bulan Desember 2025, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk (capital inflow) di pasar keuangan dalam negeri sebesar Rp 2,43 triliun dalam periode 30-31 Desember 2025. Aliran modal asing tercatat masuk melalui instrument pasar saham sebesar Rp 1,23 triliun, dan instrument Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,66 triliun. Sedangkan di instrument Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) investor asing tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp 460 miliar. Sejak awal tahun hingga 31 Desember 2025, aliran modal asing yang keluar Indonesia sebanyak Rp 17 triliun dipasar saham, instrument SRBI sebesar Rp 110,11 triliun. Sementara di instrument SBN tercatat capital inflow sebesar Rp 2,01 triliun.
Nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar pada perdagangan hari Senin (05/01) dibuka dilevel Rp 16.700, menguat 0,09%. Pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik pasca serangan militer AS ke Venezuela. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) tercatat masih melanjutkan penguatan sebesar 0,14% ke level 98,567 sekaligus memperpanjang reli penguatan dolar selama lima hari perdagangan berturut-turut.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan pada Desember 2025 yang tercatat sebesar 2,92% (YoY), lebih tinggi dibanding dengan bulan November 2025 yang tercatat sebesar 2,72% (YoY). Pada bulan Desember tercatat terjadi inflasi sebesar 0,64%, sedangkan dibulan sebelumnya November, inflasi sebesar 0,17%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi yang lebih tinggi pada tahun ini dipicu oleh tekanan harga untuk kelompok pengeluaran masyarakat seperti makanan, minuman, dan tembakau, dengan angka inflasi 4,58% (yoy) dan andilnya terhadap keseluruhan inflasi 1,33%. Komoditas dengan andil inflasi terbesar untuk kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras dan daging ayam ras.
Harga minyak dunia diperdagangan Senin (05/01) dibuka stagnan. Minyak jenis WTI berada diposisi US$ 57,26 per barel, sementara harga minyak jenis brent dikisaran US$ 60,76 per barel. Pasar minyak global sedang menghadapi pasokan yang melimpah dan permintaan yang tidak cukup kuat untuk menyerapnya. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat memang sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Namun pasar dengan cepat menilai bahwa dampaknya justru bisa memperbesar suplai dalam jangka menengah, bukan sebaliknya.
Bulan Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak positif didukung trend bullish yang sudah terbentuk sejak akhir 2025. IHSG diprediksi menguat dengan dukungan saham-saham sektor energi, pertambangan serta logistik (saham perkapalan). IHSG diperkirakan bergerak dengan range level 8.700 – 9.000.
Recent Comments