Ulasan Pasar per 27 Februari 2026

 

 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Februari ditutup melemah 0,002% dilevel 8.235,48. Sepanjang bulan Februari,  IHSG mengalami pelemahan sebesar 1,13%. Rata-rata nilai transaksi harian perdagangan saham sepanjang Februari 2026 tercatat cukup tinggi, yakni Rp 25,62 triliun. Investor asing tercatat membukukan beli bersih sebesar Rp 0,36 triliun pada Februari 2026, berbalik dibandingkan Januari 2026 yang masih tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp 9,88 triliun

Bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir Februari 2026 ditutup melemah. Indeks Dow Jones melemah 1,05% ke level 48.977,92, indeks Nasdaq melemah 0,92% ke posisi 22.668,21 dan S&P 500 melemah 0,43% kelevel 6.878,88. Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street ditutup melemah setelah laporan inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini menambah daftar kekhawatiran investor sepanjang bulan Februari mulai dari inflasi yang membandel hingga dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap ekonomi AS.

Nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar pada perdagangan hari Rabu (04/02) dibuka dilevel Rp 16.910, melemah 0,36%. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi ini membuat ketidakpastian di pasar global meningkat tajam dan mendorong pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko. Di tengah kondisi tersebut, dolar AS kembali menguat karena masih dipandang sebagai aset aman.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 4,76% (YoY), lebih tinggi dibanding dengan bulan Januari 2026 yang tercatat sebesar 3,55% (YoY). Pada bulan Februari tercatat terjadi inflasi sebesar 0,68%, sedangkan dibulan sebelumnya Januari, deflasi sebesar 0,15%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau, yakni daging ayam ras 0,09%, cabe rawit 0,08%, ikan segar andil 0,05% dan cabai merah 0,04% dan juga tomat beras telur ayam ras masing-masing 0,02%.

Harga minyak dunia jenis WTI berada diposisi US$ 75,37 per barel, sementara harga minyak jenis brent dikisaran US$ 82,53 per barel. Harga minyak dunia naik setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk pelayaran internasional setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februar 2026. Sejumlah kapal di kawasan Teluk menerima peringatan agar tidak melintas, dan operator pelayaran besar menunda perjalanan untuk keselamatan. Dampaknya, harga minyak mentah dunia melonjak tajam.

Bulan Maret 2026, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. IHSG memulai bulan Maret 2026 dengan tekanan turun tajam akibat sentimen geopolitik dan pasar Asia yang melemah. Konflik di Timur Tengah telah mendorong investor global menuju aset “safe haven” seperti emas dan obligasi, sehingga tekanan pada saham termasuk IHSG meningkat. IHSG diprediksi bergerak dengan range level 7.450 – 8.200.

Ulasan Pasar per 30 Januari 2026

 

 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari ditutup menguat 1,18% dilevel 8.329,15. Sepanjang Januari,  IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH) dilevel 9,174. Menjelang akhir bulan, sentimen pasar berubah drastis akibat tekanan eksternal masuknya peringatan dari MSCI (penyedia indeks global) terkait isu kepemilikan saham asing dan transparansi pasar modal Indonesia. Hal ini memicu aksi jual yang sangat kuat, bahkan menghapus sekitar 8% nilai pasar dalam 2 hari perdagangan dan memaksa regulator mengambil langkah responsif.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir Januari 2026 ditutup melemah. Indeks Dow Jones melemah 0,36% ke level 48.892,47, indeks Nasdaq turun 0,94% ke posisi 23.461,82 dan S&P 500 melemah 0,43% kelevel 6.939,03. Pelemahan pasar saham Amerika dipicu tekanan saham-saham teknologi dan aksi jual besar di pasar komoditi perak yang sebelumnya mengalami reli spekulatif. Pelemahan terjadi meskipun pasar secara umum menyambut positif keputusan Presiden Donald Trump yang menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell.

Akhir bulan Januari 2026, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (capital outlow) di pasar keuangan dalam negeri sebesar Rp 12,55 triliun dalam periode 26 – 29 Januari 2026. Aliran modal asing tercatat keluar melalui instrument pasar saham sebesar Rp 12,40 triliun dan instrument Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2,77 triliun. Sementara di instrument Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) investor asing tercatat melakukan beli bersih sebesar Rp 2,61 triliun. Sejak awal tahun hingga 29 Januari 2026, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sebanyak Rp 4,84 triliun dipasar saham, dan instrument SRBI sebesar Rp 6,18 triliun. Sementara di instrument SBN, terjadi aliran modal asing yang keluar sebesar Rp 100 miliar.

Nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar pada perdagangan hari kamis (05/02) dibuka dilevel Rp 16.780, melemah 0,09%. Dolar AS mendapat sentimen positif seiring musim laporan keuangan korporasi di AS dan pergeseran sentimen ke aset yang lebih defensif (risk-off). Pelaku pasar pun masih memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya, sehingga arah dolar tetap menjadi salah satu penentu utama pergerakan mata uang global.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan pada Januari 2026 yang tercatat sebesar 3,55% (YoY), lebih tinggi dibanding dengan bulan Desember 2025 yang tercatat sebesar 2,92% (YoY). Pada bulan Januari tercatat terjadi deflasi sebesar 0,15%, sedangkan dibulan sebelumnya Desember, inflasi sebesar 0,64%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi yoy Januari 2026 didorong oleh Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga yang mengalami inflasi tinggi, yaitu 11,93%. Kelompok ini juga memberi andil inflasi tahunan cukup tinggi, yaitu 1,72%.

Harga minyak dunia diperdagangan Kamis (05/02) dibuka menguat. Minyak jenis WTI berada diposisi US$ 65,14 per barel, sementara harga minyak jenis brent dikisaran US$ 69,46 per barel. Harga minyak dunia naik setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di tengah negosiasi program nuklir Teheran. Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran apabila negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan yang mengatur program nuklirnya.

Bulan Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif.  Peringatan dari MSCI terkait isu kepemilikan saham asing dan transparansi pasar modal Indonesia masih menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham Indonesia. IHSG diprediksi mengalami teknikal rebound dengan range level 8.000 – 8.700.

Ulasan Pasar per 30 Desember 2025

 

 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Desember ditutup menguat tipis 0,03% dilevel 8.646,94. Sepanjang tahun 2025, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH) sebanyak 24 kali. Tahun 2025, Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 16,40 triliun. Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian bursa mencapai Rp18 triliun, melampaui target awal BEI sebesar Rp13,3 triliun. Dengan capaian tersebut, BEI kini masuk dalam jajaran bursa saham dunia dengan nilai transaksi harian di atas USD1 miliar.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir Desember 2025 ditutup melemah.  Indeks Dow Jones melemah 0,63% ke level 48.063,29, indeks Nasdaq naik 0,76% ke posisi 23.241,99 dan S&P 500 naik 0,74% kelevel 6.845,50. Sepanjang tahun 2025, pasar saham Amerika Serikat diwarnai ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Donald Trump serta euforia besar terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Sepanjang tahun 2025, indeks S&P 500 menguat 16,39%, index Nasdaq naik 20,36%, dan Dow Jones menguat 12,97%.

Akhir bulan Desember 2025, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk (capital inflow) di pasar keuangan dalam negeri sebesar Rp 2,43 triliun dalam periode 30-31 Desember 2025. Aliran modal asing tercatat masuk melalui instrument pasar saham sebesar Rp 1,23 triliun, dan instrument Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,66 triliun. Sedangkan di instrument Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) investor asing tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp 460 miliar. Sejak awal tahun hingga 31 Desember 2025, aliran modal asing yang keluar Indonesia sebanyak Rp 17 triliun dipasar saham, instrument SRBI sebesar Rp 110,11 triliun. Sementara di instrument SBN tercatat capital inflow sebesar Rp 2,01 triliun.

Nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar pada perdagangan hari Senin (05/01) dibuka dilevel Rp 16.700, menguat 0,09%. Pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik pasca serangan militer AS ke Venezuela. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) tercatat masih melanjutkan penguatan sebesar 0,14% ke level 98,567 sekaligus memperpanjang reli penguatan dolar selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan pada Desember 2025 yang tercatat sebesar 2,92% (YoY), lebih tinggi dibanding dengan bulan November 2025 yang tercatat sebesar 2,72% (YoY). Pada bulan Desember tercatat terjadi inflasi sebesar 0,64%, sedangkan dibulan sebelumnya November, inflasi sebesar 0,17%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi yang lebih tinggi pada tahun ini dipicu oleh tekanan harga untuk kelompok pengeluaran masyarakat seperti makanan, minuman, dan tembakau, dengan angka inflasi 4,58% (yoy) dan andilnya terhadap keseluruhan inflasi 1,33%. Komoditas dengan andil inflasi terbesar untuk kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras dan daging ayam ras.

Harga minyak dunia diperdagangan Senin (05/01) dibuka stagnan. Minyak jenis WTI berada diposisi US$ 57,26 per barel, sementara harga minyak jenis brent dikisaran US$ 60,76 per barel. Pasar minyak global sedang menghadapi pasokan yang melimpah dan permintaan yang tidak cukup kuat untuk menyerapnya. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat memang sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Namun pasar dengan cepat menilai bahwa dampaknya justru bisa memperbesar suplai dalam jangka menengah, bukan sebaliknya.

Bulan Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak positif didukung trend bullish yang sudah terbentuk sejak akhir 2025. IHSG diprediksi menguat dengan dukungan saham-saham sektor energi, pertambangan serta logistik (saham perkapalan). IHSG diperkirakan bergerak dengan range level 8.700 – 9.000.