Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Februari ditutup melemah 0,002% dilevel 8.235,48. Sepanjang bulan Februari, IHSG mengalami pelemahan sebesar 1,13%. Rata-rata nilai transaksi harian perdagangan saham sepanjang Februari 2026 tercatat cukup tinggi, yakni Rp 25,62 triliun. Investor asing tercatat membukukan beli bersih sebesar Rp 0,36 triliun pada Februari 2026, berbalik dibandingkan Januari 2026 yang masih tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp 9,88 triliun
Bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir Februari 2026 ditutup melemah. Indeks Dow Jones melemah 1,05% ke level 48.977,92, indeks Nasdaq melemah 0,92% ke posisi 22.668,21 dan S&P 500 melemah 0,43% kelevel 6.878,88. Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street ditutup melemah setelah laporan inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini menambah daftar kekhawatiran investor sepanjang bulan Februari mulai dari inflasi yang membandel hingga dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap ekonomi AS.
Nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar pada perdagangan hari Rabu (04/02) dibuka dilevel Rp 16.910, melemah 0,36%. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi ini membuat ketidakpastian di pasar global meningkat tajam dan mendorong pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko. Di tengah kondisi tersebut, dolar AS kembali menguat karena masih dipandang sebagai aset aman.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 4,76% (YoY), lebih tinggi dibanding dengan bulan Januari 2026 yang tercatat sebesar 3,55% (YoY). Pada bulan Februari tercatat terjadi inflasi sebesar 0,68%, sedangkan dibulan sebelumnya Januari, deflasi sebesar 0,15%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau, yakni daging ayam ras 0,09%, cabe rawit 0,08%, ikan segar andil 0,05% dan cabai merah 0,04% dan juga tomat beras telur ayam ras masing-masing 0,02%.
Harga minyak dunia jenis WTI berada diposisi US$ 75,37 per barel, sementara harga minyak jenis brent dikisaran US$ 82,53 per barel. Harga minyak dunia naik setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk pelayaran internasional setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februar 2026. Sejumlah kapal di kawasan Teluk menerima peringatan agar tidak melintas, dan operator pelayaran besar menunda perjalanan untuk keselamatan. Dampaknya, harga minyak mentah dunia melonjak tajam.
Bulan Maret 2026, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. IHSG memulai bulan Maret 2026 dengan tekanan turun tajam akibat sentimen geopolitik dan pasar Asia yang melemah. Konflik di Timur Tengah telah mendorong investor global menuju aset “safe haven” seperti emas dan obligasi, sehingga tekanan pada saham termasuk IHSG meningkat. IHSG diprediksi bergerak dengan range level 7.450 – 8.200.
Recent Comments